Bu EEN SUKESIH Pejuang Pendidikan Telah Meninggal Dunia

BAGIKAN LOWONGAN KERJA INI DENGAN MENOMBOL KOTAK SHARE SOSIAL MEDIA DIBAWAH INI:


Advertisement
BU EEN SUKESIH MENINGGAL DUNIA
BU EEN Ketika Masih Hidup
LOKER GRESIK - Kita telah ditinggalkan oleh pejuang pendidikan yaitu bu EEN SUKESIH Guru luar biasa yang lumpuh sejak 27 tahun lalu itu meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Sumedang, Jawa Barat. Selama hidupnya beliau masih tetap bersemangat untuk memberikan yang terbaik untuk orang banyak anak-anak terlebihnya meskipun beliau jatuh sakit dan lumpuh selama 27 Tahun.


Bu Een adalah alumnus UPI Bandung strata D3. Dia sempat diterima menjadi CPNS dan sempat mengajar di sebuah SMP di Cirebon, namun karena penyakitnya itu dia mengundurkan diri dari calon pegawai negeri sipil. Awal mula Bu Een memberikan bimbingan belajar adalah ketika ada seorang anak tetangga yang betanya kepadanya tentang soal PR yang tidak bisa dikerjakan. Lama-lama, makin banyak anak-anak yang datang berkonsultasi materi peljaran sekolah. Akhirnya kamar tidur Bu Een menjadi tempat bimbingan belajar. Een menerangkan pelajaran sambil berbaring di atas dipan. Tangannya tidak bisa digerakkan, jadi dia menjelaskan secara lisan. Dari belajar otodidak melalui berbagai buku, hampir semua pelajaran SD hingga SMA mampu dijelaskan oleh Een, termasuk pelajaran Fisika yang dulu tidak dia sukai.

BU EEN SUKESIH WAFAT
BU EEN Meninggal Dunia 12/12/14'
Keluarga pun berduka. Termasuk anak-anak didiknya yang sempat beberapa kali menjenguk Een saat masih dirawat. Beberapa hari lalu, beliau dilarikan ke rumah sakit karena mengeluhkan sakit nyeri yang amat sangat luar biasa akibat penyakit lambungnya dan yang memperparah kondisinya adalah mengalami infeksi di paru-paru sehingga sulit untuk bernapas.

Ia sempat koma, dan pada Jumat tanggal 12 bulan ini pagi, kondisinya membaik. Dokter mengatakan masa kritisnya sudah lewat. Meski kondisinya masih lemah, namun beliau bisa diajak berkomunikasi dan berbicara. Ia juga sudah bisa menerima asupan makanan melalui bantuan selang.

Na'as takdir berkata lain. Tiga dokter yang menanganinya. Namun ibu guru yang dua kali bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu menghembuskan napas terakhirnya sekira pukul 15.20 WIB.

Selamat Jalan Pejuang Tanpa Tanda Jasa

Do'a Kami Menyertaimu 
Advertisement
Match Content Advertisement